Summer 2021: Cari Kerja Itu Susah!
- anandapermata

- Aug 27, 2021
- 9 min read
Updated: Sep 7, 2021
Cari kerja yang halal memang ga gampang. Makanya, kita seharusnya nggak boleh meremehkan pekerjaan orang lain.

Hi guys! Balik lagi sama gue disiní, hahahah. Makin ga jelas tapi yaudahlah. Sebenarnya, gue mau curcol aja disini. Nggak terasa udah tiga tahun gue nggak pulang ke Indonesia. Alasannya? Yaaa karena pandemi yang sedang melanda negeri tercinta. Jadi, apa yang gue lakukan selama liburan ini? Yang pertama, gue mencoba untuk rehat dan menyegarkan otak gue setelah satu tahun kuliah full. Hah? Satu tahun? Maksudnya? Iya, jadi kalau kalian kuliah di Rusia, rutinitas kalian akan padat banget dan ga akan ada liburnya! Kuliah dari pagi sampe sore dan nggak cuma itu tapi dari Senin sampai Sabtu. Tugas? Banyak! Liburnya? Nggak ada!
Tapi, ya udahlah, namanya juga risiko. Terus, apa lagi yang gue lakukan selama liburan musim panas? Tahun 2019 gue mengisi waktu liburan dengan cara jadi relawan Festival Indonesia di Moskow. Tahun 2020, karena pandemi ya gue nggak ke mana-mana. Cuma di Samara. Untungnya, waktu itu karantina di kota Samara sudah selesai dan tempat-tempat umum udah pada dibuka. Soalnya, di Samara kasusnya nggak banyak, jadi karantina cepat selesai. Terus tahun 2021 ini? Rencana gue pengennya balik ke Indonesia buat liburan, tetapi kenyataannya tidak memungkinkan. Keadaan di Indonesia semakin parah dan penerbangan dari Rusia ke Indonesia nggak ada. Dari Indonesia ke Rusia juga masih ditutup.
Terus ngapain dong? Gue mau nyari kerja sampingan. Tapi, ternyata nyari kerja sampingan untuk orang seumuran gue dan tinggal di negara asing seperti Rusia yang tadinya tidak memperbolehkan orang asing (mahasiswa) untuk bekerja sangatlah sulit. Ada saja kendalanya. Ditambah, sebentar lagi gue akan ada praktik di kampus selama dua minggu, jadi, kalau liburan kuliah, gue nggak murni liburan, tapi gue masih harus praktik di kampus.
Tapi, dari pengalaman mencari kerja selama liburan ini, gue dapat banyak cerita yang unik dan menyebalkan. Hahahah, kenapa menyebalkan? Soalnya, ujung-ujungnya gue masih belum dapat kerja sampe sekarang. Gue masih mau menunggu panggilan untuk jadi pelayan toko di salah satu toko baju Be Free (tapi akhirnya nggak dipanggil karena gue mahasiswa pasti minta jam kerja nggak banyak). Oke, gue akan ceritakan kronologisnya satu per satu.
Akhir bulan Juli, gue kepikiran buat nyari kerja sampingan karena satu dan lain hal. Huft, memang ya nyari duit itu susah tapi ngabisinnya gampang banget. Ada salah satu aplikasi di Rusia yang cara kerjanya itu kayak apa ya, duh gue nggak tahu aplikasi kayak gituan di Indonesia. Cara kerjanya, kita bisa unggah apa aja. Maksudnya, kalau kita mau jualan online, atau mau jual jasa, atau mau jual barang bekas kita, baju-baju bekas kita, atau bahkan unggah lowongan kerjaan. Udah kebayang kan, gimana cara kerja aplikasinya? Ntar gue tampilin fotonya. Btw, namanya Avito (Russian : Авито).

Aplikasi bernama Avito (di dalam lingkaran).
Oke, akhirnya gue nemu banyak pekerjaan di sana. Ada jadi pelayan toko, jadi pelayan restoran, jadi kurir, jadi tukang bersih-bersih dan sebagainya. Setelah gue pencet kirim pesan, operator aplikasi akan mengirimkan nomor gue ke manajer yang lagi buka lowongan pekerjaan tersebut. Setelah gue klik ke banyak lowongan pekerjaan, akhirnya ada satu pekerjaan yang memanggil gue. Akhirnya, gue datang buat diwawancarai. Setelah doi menjelaskan panjang kali lebar kali tinggi tentang apa yang bakal gue kerjakan, gue putuskan untuk datang pertama kali hari Kamisnya. Gue datang di hari Minggu buat wawancara. (Kira-kira begini isi aplikasi Avito).

Oiya, pekerjaan apa itu? Jadi gue ngelamar pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih dan tukang cuci piring sekaligus di salah satu kafe dan restoran di kota gue. Jadi, gedungnya ada dua lantai. Sebenarnya gedung tersebut memiliki dua tempat yang berbeda tetapi masih di dalam satu manajemen. Jadi, lantai satu adalah kafe dan lantai dua adalah restoran sea food. Nah restorannya cukup terkenal di kota gue. Karena ya makanan laut gitu, orang-orang pasti pengen banget dong.
Okey, hari Kamis pun tiba dan gue pun datang sebelum jam 8 pagi. Iya, gue lebih seneng kerja pagi dari jam 8 sampai jam 1 siang. Kenapa? Kalau ada yang tanya kenapa, itu karena siangnya gue bisa santai-santai dan gaada beban. Well, That's it.
Seperti yang kita tebak, ketika gue baru sampai, gue langsung diliatin semua pegawai di sana. Yaa, karena gue orang asing. Kayak mereka tuh berpikir gue dari Korea atau Cina atau Jepang gitu dan akhirnya mereka bertanya-tanya, ngapain orang Korea atau Jepang atau Cina kerja di kafe ini? Nggak masuk akal! Bagi mereka nggak masuk akal tentunya. Tapi, waktu itu gue pengen aja kerja buat dapat uang jajan tambahan.
Well, intinya semua tidak berjalan dengan lancar. Banyak kendala yang gue hadapin. Selain karena gue gugup, orang-orang disana nggak semuanya bersikap baik. Bahkan ada yang sampai teriak ke gue cuma karena gue salah paham. Akhirnya, gue disuruh cuci piring dan peralatan masak di belakang tempat barista.
Jadi, di tempat ini, tempat cuci piringnya pun ada dua di dapur gabungan (tempat masak makanan restoran makanan laut dan kafe) dan di belakang barista. Nah, di hari pertama, gue disuruh mencuci piring yang dibelakang barista.
Akhirnya, karena kesalahpahaman tersebut, dimana gue ngepel di lantai dua yang seharusnya hanya di lantai satu, gue diomongin sama seluruh pegawai di sana. Jadilah si manajer bilang ke gue kalau bahasa Rusia gue nggak bagus dan doi bakal telpon gue dan memberitau gue hari apa aja gue akan kerja dan doi tidak memberikan gue bayaran setelah 5 jam bekerja (atau sebenernya gue harusnya dibayar tapi karena gue memutuskan untuk tidak lanjut bekerja disana jadinya nggak jadi dibayar, but maybe).
Well, dua hari setelah itu, doi ada nelpon gue, tapi gue nggak angkat karena gue nggak tau. Akhirnya setelah 5 jam kemudian (mungkin ini kebodohan gue), gue mencoba menelpon manajer gue tadi tapi panggilan gue direject. So, ini artinya doi gamau kalau gue kerja di sana lagi. Atau, gue pikir, mungkin doi sibuk. Tapi, setelah itu, gue nggak pernah dapat telpon dari doi lagi.
Selang hampir satu bulan, temen kerja gue ditempat pertama yang waktu itu bantuin ngejelasin ke gue apa yang terjadi, mencoba menghubungi gue. Tapi, gue nggak angkat. Karena gue udah malas untuk kerja disitu karena terlalu lama digantungin. Mungkin ini kebodohan gue. Lagipula, liburan musim panas udah mau berakhir dan gue harus fokus kuliah lagi.
Well, kerjaan kedua yang hampir gue dapatkan adalah menjadi seorang barista. Banyak kafe yang membutuhkan barista meskipun tanpa pengalaman karena mereka akan ngajarin kita gimana caranya bikin kopi atau minuman yang ada di kafe tersebut. Setelah gue apply manajernya hubungin gue untuk ngadain pertemuan dan mendiskusikan kerjaan yang akan gue kerjakan. Tapi, dasarnya memang kita orang asing, hal pertama yang ditanyakan adalah apakah kita bicara bahasa Rusia dengan lancar? Karena gue gugup pada waktu itu dan dengan sok merendah gue jawab "Nggak terlalu". Akhirnya? Yaa, gue ditolak dengan alasan menjadi barista itu butuh banyak ngobrol. Well, I know. Sebenarnya gue pun mengerti dengan baik dan berbicara bahasa Rusia dengan lancar. Tapi, ya dasarnya aja gugup malah ngasih jawaban begitu. Otomatis ditolak lah! Harusnya gue pede aja bilang "Iya, gue lancar banget ngomong bahasa Rusia".
Kerjaan ketiga yang coba gue dapatkan adalah dengan menjadi pegawai retail. Tapi, sampe detik ini gaada panggilan. Mungkin, alasannya karena tempat retail nggak mau menerima karyawan kerja sampingan. Butuhnya yang memang sepanjang hari, bukan mahasiswi yang lagi nyari kerja sampinga. Soo, ketolak deh!
Kerjaan keempat yang gue dapetin dari aplikasi tapi ternyata nggak sesuai dengan jobdesk yang tertulis (ini sebenarnya pekerjaan 18++ yang bahkan dipajang di aplikasi itu pun nggak boleh). Jadi judul kerjaannya adalah cleaner apartemen. Jadi, di Rusia itu banyak apartemen yang disewain per hari. Nah, biasanya apartemen kalau udah ada tamu yang check out kita harus bersihin. Sistemnya sama aja kayak hotel, cuma bedanya ini apartemen pribadi. Bisa milik perusahaan atau individu yang lagi bisnis beli banyak apartemen buat disewakan.
Gue apply di lewat aplikasi tersebut. Dan, manajernya mengatakan sebaiknya gue hubungin dia lewat aplikasi Viber yang mana komunikasinya di luar aplikasi resmi tersebut. Sebenarnya, pihak aplikasi sudah memperingatkan kalau berkomunikasi diluar aplikasi tidak dianjurkan karena bisa aja itu penipuan dan pihak aplikasi tidak akan bertanggung jawab karena itu sudah diluar aplikasi. Tapi, gue nggak berpikir yang macam-macam, gue hubungin aja si manajer (dengan pesan) lewat aplikasi Viber. EH TERNYATA, pekerjaan itu adalah pekerjaan 18++. Gue tercenganggg. Manajernya bilang bakal disediakan apartemen dan uangnya pun bisa dari 200.000 rubel per bulan (kalau hari ini 1 rubel sama dengan 193,75 rupiah berarti minimal sebulan dapat 38 jutaan). Well, otomatis gue tolak pekerjaannya.
Tapi ternyata, memang itu adalah cobaan yang harus gue alamin. Awal bulan Agustus, temen gue ngajakin gue buat coba ngelamar di agensi model untuk iklan baju. Gue sih setuju-setuju aja. Akhirnya, kita berdua pergi ke sana dan ngobrol-ngobrol dengan fotografernya. Well, tentunya setelah ambil foto dengan latar belakang hitam dan putih, kita pun diberi tahu kalau pengumumannya 3 minggu lagi alias sekitar awal bulan September. Alasannya? Yaa karena mereka pengen menjaring banyak pelamar yang ingin jadi model terus nanti dipilih deh.
Terus, doi nawarin opsi kerjaan kedua. Katanya, kerjaannya itu di depan kamera, ngomong pakai bahasa Inggris dan ngobrol sama banyak orang. Mereka punya website dan kanal. Terus, nanti kita live gitu kayak Instagram. Well, karena gue pikir kerjanya adalah konten kreator gue bilang gue tertarik dengan pekerjaan itu. apalagi ngomongnya pakai bahasa Inggris dan gue sejujurnya demen banget ngobrol dengan banyak orang. So, gue berpikir mungkin gue bakal jadi Youtuber bareng mereka, akhirnya karena gue setuju, si fotografer nyuruh gue buat datang lagi besoknya jam 5 sore.
Keesokan harinya jam 5 sore, gue datang 15 menit lebih awal. Masih ada satu cewek di sana yang juga lagi ngelamar jadi model, so gue tunggu sampe si cewe keluar dan gue pun masuk menghampiri sang fotografer. Tapi, entah kenapa doi bilang website yang doi mau jelasin ke gue lagi ke restart dan loadingnya lama banget. So, doi ngasih gue artikel beberapa lembar tentang website tersebut dan nyuruh gue nunggu di luar buat baca-baca dulu, karena kebetulan masih ada cewek yang mau interview buat jadi model dan setelah interview cewek itu selesai gue bisa masuk karena yaa kebetulan sambil nunggu website yang mau doi kasih tunjuk ke gue sebagai platform kerja gue untuk selesai loading.
Gue iya-iya aja dan gue nunggu di luar. Ternyata, baru halaman pertama gue baca artikel tentang website itu, baru ketahuan kalau sebenarnya pekerjaannya itu sebagai webcam girl. Ternyata yang doi maksud untuk ngobrol sama banyak orang yaa kerjaan sebagai webcam girl. Otomatis, kerjaan ini gue tolak. Doi pun berusaha mati-matian untuk meyakinkan gue bahwa ini bukan pekerjaan yang buruk.
Anyway, website yang doi maksud itu bukan website perusahaan agensi model yang gue tuju ini. Tapi, agensi model ini juga "bisa" menyediakan orang yang mau kerja di website tersebut lewat agensi. Tentunya, kalau lewat agensi bisa lebih cepat naik, karena bakal ada yang mengarahkan kalian tentang apa yang bisa kalian tampilkan dan bisa lebih teratur dan terarah. Tapi, tetep aja, gue gamau ambil pekerjaan ini dan memilih untuk menolaknya.
Doi bilang "Banyak kok orang yang mampir ke website tersebut murni cuma pengen ngobrol doang. Dan kamu tau gak, di luar sana kalau kamu cari part time job, susah tau soalnya kamu harus kerja paling enggak 12 jam dan kamu harus kuliah kan? Terus gajinya sedikit. Kalau kamu kerja di website ini sebagai webcam girl, kamu cuma kerja sehari 5 jam dan gampang banget dapat uang banyak. Kamu baca sendiri kan bisa sampai 2500 dollar per hari? Dan gampang kamu atur waktumu untuk belajar dan dapetin uang. Gimana? Kamu kemarin katanya kan tertarik, kenapa sekarang jadi berubah pikiran? Kalau kamu mau, kamu bisa coba dulu. Gimana?"
Dan, seperti biasa gue tetep kekeuh untuk menolak pekerjaan itu. Gue bilang "Aku kira, awalnya kerjaan ini menjadi konten kreator youtube dan awalnya aku kira, Anda punya website sendiri untuk mempromosikan konten Anda dan aku tidak menyangka website yang Anda maksud adalah website seperti ini. Aku nggak bisa kerja kayak gini karena aku tidak merasa nyaman. Aku tahu banyak orang yang datang ke sana cuma untuk mengobrol, tapi aku tahu topik pembicaraannya adalah hal-hal yang berbau seksual. Oleh karena itu, aku menolak dengan tegas pekerjaan ini. Aku tidak mau pekerjaan ini."
Doi pun sepertinya mengerti dan berkata "Baiklah karena kamu menolak pekerjaan ini. Berarti kamu tunggu pengumuman untuk kerjaan yang pertama menjadi model iklan pakaian kan? Itu masih 3 minggu lagi. Nanti akan aku hubungin kalau kamu keterima."
Setelah itu, gue pun akhirnya berpamitan dengan sang fotografer dan pulang.
Cari kerja yang halal memang ga gampang. Makanya, kita seharusnya nggak boleh meremehkan pekerjaan orang lain. Satu lagi, cari kerja part time menrut gue di sini susah-susah gampang. Kebanyakan orang gamau membuang uangnya untuk menggaji seseorang yang jam kerjanya ngga banyak sedangkan ada orang lain yang bersedia bekerja full time di tempat tersebut.
Satu pertanyaan yang masih terngiang-ngiang di kepala gue adalah kenapa pekerjaan seperti webcam girl bayarannya jauh lebih besar dan gampang mendapatkan uang daripada kita kerja dengan skill? I mean kalau sehari bisa dapat 2500 dollar (Well ini tergantung juga apakah klien kita banyak atau kita punya banyak audience), gajinya dalam sebulan bisa melebihi seseorang yang bekerja di bidang pendidikan atau orang yang bekerja sebagai insinyur?
Entahlah itu masih menjadi misteri. Sekarang, karena musim panas telah berakhir dan gue harus memulai praktik di universitas (karena gue anak desain dan konstruksi pesawat, latihan gue adalah bikin model CAD atau computer-aided design di univ. Btw susah-susah gampang karena dosennya rada rese) gue memutuskan untuk tidak terlalu ngotot mencari pekerjaan karena gue harus fokus kuliah lagi.
Anyway, wish me luck....


Comments